Bahan Ajar : Metodologi Penelitian :: P2B1 ::: Metode Penelitian Pendidikan

BAB I METODE PENELITIAN PENDIDIKAN

  1. Pengertian Metode Penelitian Pendidikan

Penelitian berasal dari bahasa Inggris yaitu “research” dimana “re“ berarti kembali dan “search” yang berarti mencari. Dengan demikian, penelitian berarti autu proses pencarian kembali terhadap sesuatu yang telah diteliti sebelumnya. Jadi, sebuah penelitian merupakan suatu cara yang dilakukan oleh manusia untuk menjawab rasa ingin tahunya terhadap pertanyaan-pertanyaan atas masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari1. Suatu kegiatan penelitian tidak dilakukan begitu saja, tetapi harus dilakukan secara terstruktur dan sitematis untuk memberikan jawaban terhadap suatu permasalahan atau fenomena yang dihadapi2.

Penelitian sebagai kegiatan ilmiah memiliki hubungan  timbal balik dengan ilmu. Ilmu adalah pengetahuan yang didasari oleh teori kebenaran koherensi dan korespondensi. Kebenaran koherensi merupakan suatu penyataan yang dapat dikatakan benar jika pernyataan tersebut konsisten dengan pernyataan yang ada sebelumnya. Sementara itu, kebenaran korespondensi merupakan kebenaran yang menyatakan bahwa suatu pernyataan dikatakan benar jika pernyataan tersebut didasarkan atas fakta atau realita. Dengan demikian, ilmu pengetahuan harus didasarkan pada kebenaran saat ini dan kebenaran di masa  yang akan datang serta sesuai dengan fakta atau realita yang ada.

Ilmu pengetahuan yang lahir dari suatu hasil penelitian hanya dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan jika diperoleh melalui suatu prosedur ilmiah. Prosedur ilmiah dalam kegiatan penelitian disebut juga dengan metode ilmiah. Metode ilmiah adalah kerangka landasan yang digunakan dalam menciptakan suatu pengetahuan ilmiah. Secara umum, metode ilmiah memiliki empat langkah yang mendasari suatu penelitian, yaitu sebagai berikut. 1) Permusan masalah adalah pengajuan suatu pertanyaan atas masalah atau fenomena yang ada sebagai tujuan atau fokus di dalam melaksanakan penelitian; 2) Pengajuan hipotesis merupakan pengajuan jawaban sementara yang sifatnya dugaan atas pertanyaan yang diajukan dalam perumusan masalah dengan kebenaran yang perlu dibuktikan melalui data empiris; 3) Verifikasi data yaitu pengumpulan data secara empiris dengan berbagai instrumen yang sesuai dengan metode penelitian yang digunakan kemudian data tersebut diolah dan dianlisis untuk melakukan pengujian kebenaran hipotesis; 4) Penarikan keimpulan yaitu penentuan jawaban-jawaban definitif atas setiap pertanyaan yang diajukan di dalam perumusan masalah hasil pengujian hipotesis atas masalah tersebut.

Selain itu, penelitian juga harus didasarkan pada karaktersitik keilmuan yang memenuhi kaidah ilmiah, yaitu sebagai berikut. 1) Rasional, yaitu kegiatan yang dilakukan harus masuk akal serta dapat dijangkau oleh penalaran manusia; 2) Empiris, yaitu menggunakan cara-cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia sehingga penelitian tersebut dapat memenuhi kebenaran koherensi; 3) Sistematis, yaitu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis sesuai dengan rencana yang diajukan dalam bentuk proposal penelitian; 4) Universal yaitu berlaku secara umum yang berarti bahwa ilmu berlaku secara internasional; 5) Objektif yaitu sesuai dengan fakta, artinya dalam melakukan suatu observasi, tidak dipengaruhi secara subyektif, tapi sesuai dengan apa adanya; dan 6) Metodik yaitu menggunakan metode tertentu.

  1. Jenis-Jenis Metode Penelitian

Metode penelitian biasa juga disebut dengan desain penelitian. Metode penelitian menggambarkan rancangan penelitian yang meliputi prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, serta dengan cara apa data tersebut diperoleh dan diolah/dianalisis3. Desain penelitian sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penelitian.

Ada beberapa jenis metode penelitian yang banyak digunakan dalam dunia pendidikan diantaranya sebagai berikut.

  1. Penelitian historis yang bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan pbyektif.
  2. Penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu.
  3. Penelitian perkembangan yang bertujuan untuk menyelidiki pola dan urutan pertumbuhan dan/atau perubahan sebagai fungsi waktu.
  4. Penelitian kasus/lapangan yang bertujuan untuk mempelajari secara insentif latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu obyek.
  5. Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi.
  6. Penelitian eksperimental sungguhan yang bertujuan untu menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan melakukan kontrol/kendali.
  7. Penelitian eksperimental semu yang bertujuan untuk mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan pengendalian
  8. Penelitian kausal-komparatif yang bertujuan untu menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat, tapi tida dengan jalan esperimen tetapi dilakukan dengan pengamatan terhadap data dari fator yang diduga menjadi penyebab, sebagai pembanding.
  9. Penelitian tindakan yang bertujuan untuk mengembangkan keterapilan baru atau pendekatan baru dan diterapkan secara langsung serta dikaji hasilnya.

Secara lebih rinci, beberapa jenis metode penelitian yang dikemukakan oleh beberapa ahli 4–8 diberikan pada Tabel 1.

  1. Pengertian Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Penelitian kuantitatif biasa dinamakan sebagai metode penelitian tradisional karena metode ini sudah digunakan cukup lama sehingga sudah menjadi tradisi di dalam melakukan suatu penelitian. Metode penelitian ini berlandaskan pada filsafat positivism yang digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu. Pada umumnya, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak atau random. Adapun pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan instrument penelitian teknik analisis data yang bersifat kuantitatif atau statistik. Tujuan utama metode penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan9.

Filsafat positivisme yang melandasi penelitian kuantitatif memandang realitas atau gejala/fenomena sebagai sesuatu yang dapat  diklasifikasikan, relative tetap, konkrit, teramati, terukur serta memiliki gejala hubungan sebab akibat. Penelitian ini umumnya dilakukan pada sebuah populasi ataupun sampel yang representatif. Jika penelitian dilakukan terhadap suatu sampel yang representative, maka hasil dari penelitian tersebut dapat digeneralisasi kepada populasi dimana sampel tersebut diambil9.

Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah dimana peneliti adalah instrumen penelitian10. Peneliti kualitatif

 

Tabel 1. Jenis-Jenis Metode Penelitian

Berdasarkan Tujuannya Berdasarkan Metodenya Berdasarkan Tingkat Eksplanasinya Berdasarkan Jenis & Analisis Data Berdasarkan Bidangnya Berdasarkan Tempatnya Berdasarkan Pendekatannya
Penelitian dasar (Basic Research) Penelitian survey Penelitian deskriptif Penelitian kuantitatif Penelitian eksperimen Penelitian pendidikan Penelitian laboratorium Pnelitian longitudinal  
Penlitian terapan (Applied Research) Penelitian ex post facto Penelitian kausal – komparatif Penenlitian non-eksperimen Penelitian pertanian Penelitian perpustakaan Penelitian cross sectional  
Penelitian eksploratif Penelitian eksperimen sungguhan (true experiment) Penelitian asosiatif Penelitian kualitatif Fenomenologis Penelitian hukum Penelitian kancah  
Penelitian pengembangan Penlitian eksperimental semu (quasi experiment) Penelitian inferensial Interaksi simbolik Penelitian ekonomi  
Penelitian kebijakan Penelitian eksperimen absolut Penelitian korelasional Kebudayaan Penelitian agama  
Penelitian verifikatif Penelitian eksperimen perbandingan Antropologi  
Penelitian eksperimen subjek tunggal Etnografi  
Penelitian naturalism Penelitian kasus/lapangan  
Penelitian sejarah/historis Penelitian sejarah komparatif Studi krisis  
Penelitian yuridis atau legal Analisis konsep  
Penelitian biografis  
Penelitian bibliografis  
Grounded research  
Penelitian tindakan  

 

mempercayai bahwa kebenaran merupakan sesuatu yang dinamis dan dapat ditemukan hanya melalui penelahaan terhadap orang-orang melalui interaksinya dengan situasi sosial mereka11. Metode penelitian kualitatif biasa juga disebut sebagai metode penelitian baru yang dilandasi oleh filsafat postpositivisme atau biasa juga disebut sebagai paradigm interpretif dan kontruktif. Filsafat postpositivisme memandang realitas social sebagai suatu yang utuh atau holistic, kompleks, dinamis, penuh makna serta memiliki hubungan yng bersifat interaktif (reciprocal)9.

Dalam penelitian kualitatif, peneliti merupakan instrument kunci. Adapun pemilihan sampel penelitiann dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang sesuai dengan karakteristik data yang dibutuhkan di dalam penelitian. Selain itu, snowball  sampling juga menjadi salah satu teknik pengambilan sampel di dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi data (gabungan). Berbeda dengan penelitian kuantitatif, di dalam penelitian kualitatif, tidak ditekankan kepada generaliasi hasil penelitian terhadap populasi penelitian, tetapi lebih menekankan pada makna dari data-data penelitian yang diperoleh di lapangan.

  1. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat ditinjau dari tiga hal, yaitu aksioma, proses penelitian, karakteristik penelitian yang dapat dijelaskan sebagai berikut.

  1. Perbedaan Aksioma

Aksioma yaitu pandangan dasar yang meliputi sifat realitas, hubungan peneliti dengan yang diteliti, hubungan antar variabel, kemungkinan generalisasi, dan peranan nilai. Penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki pandangan yang berbeda terhadap realitas, gejala, dan obyek yang diteliti. Metode kuantitatif didasarkan pada filsafat positivisme yang memandang sebagai sesuatu yang konkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna, dan perilaku. Selain itu, filsafat positivisme juga memandang fenomena sebagai sesuatu yang tidak berubah, dapat diukurm dan diverifikasi. Pada penelitian kualitatif, filsafat postpositivisme atau paraadigma interoretitive memandang suatu realitas atau obyek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran dan interpretasi terhadap gejala yang diamati, serta utuh (holistic).

Dalam penelitian kuantitatif, peneliti dengan obyek yang diteliti harus menjaga jarak untuk menjaga penelitian agar tetap independen. Hal ini sangat penting karena di dalam penelitian kuantitatif, kebenaran itu berada di luar diri peneliti. Sementara itu, di dalam penelitian kualitatif, peneliti berperan sebagai instrument penelitian itu sendiri (human instrument) dengan menggunakan teknik observasi berperan serta (participant observation) dan wawancara mendalam (in depth interview).

Perbedaan lain antara penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dilihat dari hubungan antar variabelnya. Dalam penelitian kuantitatif, hubungan antar variabel lebih bersifat sebab dan akibat sehingga di dalam penelitian terdapat variabel independen (bebas) dan variabel dependen (tak bebas/terikat). Adapun di dalam penelitian kualitatif, hubungan antar variabel lebih bersifat interaktif, yaitu hubungan yang saling mempengaruhi.

Dilihat dari kemungkinan generalisasinya, penelitian kuantitatif dapat membuat generalisasi terhadap populasi karena penilitian ini lebih menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalamannya. Generalisasi dilakukan berdasarkan hasil penelitian terhadap sampel yang diambil secara acak dari populasi tersebut. Syarat utama dari sampel yang diambil adalah memiliki karakteristik yang mewakili karateristik populasi yang diteliti. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada kedalaman informasi sampai kepada makna dibalik apa yang tampak sehingga penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi. Namun demikian, penelitian kualitatif tetap dapat menerapkan generalisasi, namun namanya disebut ransferability atau keteralihan. Artinya, penelitian kualitatif juga dapat diterapkan di tempat lain dengan kondisi tempat yang tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.

Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang terbebas dari nilai-nilai yang dibawa oleh peneliti dan sumber data sehingga peneliti perlu menjaga jarak dengan sumber data. Sementara itu, dalam penelitian kualitatif, terjdi interaksi antara peneliti dan sumber data. Hal ini akan membuat keduanya (peneliti dan sumber data) akan terikat dengan perbedaan nilai yang dibawa masing-masing seperti latar belakang, padangan, keyakinan, kepentingan, dan persepsi.

  1. Karakteristik Penelitian

Perbedaan karakteristik metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dilihat di dalam tabel 2.

Tabel 2. Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif12

No. Tinjauan Metode Kuantitatif Metode Kualitatif
1 Desain Spesifik, jelas dan rinci, serta ditentukan sejak awal Umum, fleksibel, dan dapat berkembang dalam proses penelitian
2 Tujuan Menunjukkan hubungan antarvariabel, menguji teori, serta melakukan generalisasi Menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif, menemukan teori serta menggambarkan realitas yang kompleks
3 Teknik Pengumpulan Data Kuesioner, Observasi, dan Wawancara Terstruktur Observasi partsipan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi data
4 Instrumen Penelitian Tes, wawancara terstruktur, dan angket yang baku Peneliti adalah instrument utama yang dilengkapi dengan catatan, perekam suara,  dan kamera
5 Data Kuantitatif Deskriptif kualitatif
6 Sampel Besar dan harus representatif Kecil dan tidak perlu representative
7 Analisis Dilakukan setelah penelitian selesai Dilakukan sejak terus menerus sejak awal hingga akhir penelitian
8 Hubungan dengan Responden Dibuat berjarak Tidak ada jarak
9 Usulan Desain Luas dan rinci Singkat, umum, dan bersifat sementara
10 Kapan Peelitian Diaanggap Selesai? Setelah rencana penelitian sudah selesai Setelah data yang diperoleh sudah jenuh
11 Kepercayaan terhada Hasil Penelitian Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen Pengujuain kredibilitas, depenabilitas dan hasil penelitian

 

  1. Proses Penelitian

Proses penelitian kuantitatif dimulai dari penentuan masalah sampai pada penarikan kesimpulan. Masalah yaitu adanya penyimpangan antara apa yang harusnya terjadi dengan apa yang sebenrnya terjadi. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar peneliti memperoleh masalah yang benar-benar masalah adalah dengan membaca banyak referensi yang terkait dengan tema penelitian yang akan dilakukan. Selanjutnya, masalah tersebut dirumuskan dengan baik dengan menggunakan kalimat Tanya.

Rumusan masalah dapat dijawab sementara melalui teori yang diperoleh dari berbagai referensi yang relevan dengan apa yang akan diteliti. Pengujian hipotesis ini akan teruji jika metode penelitian yang digunakan tepat. Oleh karenaa itu, seorang peneliti harus berhati-hati di dalam pemilihan metode penelitian yang akan digunakan. Instrumen penelitian yang digunakan harus menyesuaikan dengan metode penelitian yang digunakan. Untuk menghasilkan hasil penelitian yang akurat, maka instrument penelitian yang digunakan harus diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu.

Instrumen yang valid selanjutnya digunakan untuk mengumpulkan data yang selanjutnya akan dianalisis untuk menjawa rumusan masalah serta menguji hipotesis yang telah dibangun. Jawaban dan hasil pengujian ini akan mengarahkan peneliti untuk menarik kesimpulan serta saran-saran berdasarkan ksimpulan tersebut.

Pada penelitian kualitatif, diawali dengan tahap orientasi atau deskripsi dengan menggunakan grand tour question. Selanjutnya, peneliti melakukan reduksi terhadap segala informasi yang telah diperoleh dalam proses orientasi. Jika tahap reduksi telah dilakukan, maka peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci melalui tahap seleksi. Pada tahap ini, peneliti melakukan analisis yang mendalam terhadap data dan informasi yang diperoleh. Hasil akhir dari penelitian ini adalah bukan hanya menghasilkan data atau informasi yang  sulit untuk diperoleh melalui metode kuantitatif, tetapi juka harus menghasilkan informasi-informasi yang bermakna.

  1. Waktu Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Digunakan

Penggunaan metode kuantitatif dapat dilakukan dalam kondisi berikut ini. 1) Masalah bertitik tolak pada penelitian yang sudah jelas; 2) peneliti ingin mendapatkan informasu yang luas dari suatu populasi; 3) peneliti ingin mengetahui pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain; 4) peneliti ingin menguji hipotesis; 5) peneliti ingin mendapatkan data yang akurat berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur; dan 6) peneliti ingin menguji keraguan tentang validitas suatu pengetahuan, teori, dan produk tertentu.

Sementara itu, penelitian kualitatif dapat dilakukan pada kondisi berikut. 1) bila masalah penelitian belum jelas; 2) peneliti ingin memahami makna dibalik data yang tampak; 3) memahami inetraksi social; 4) memahami perasaaan orang; 5) mengembangkan teori; 6) memastikan kebenaran data; 7) meneliti sejarah perkembangan.

 

 

  1. Jangka Waktu Penelitian Kualitatif

Pada umumnya jangka waktu penelitian kualitatif cukup lama karena tujuan penelitian kualiitatif adalah bersifat penemuan. Akan tetapi, lamanya penelitian akan bergantung pada sumber data, ketertarikan, dan tujuan penelitian.

  1. Gabungan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Setiap metode penelitian memiliki keleihan dan kelemahan. Oleh karena itu, Prof. Sugyono dalam bukunya menjelaskan bahwa kedua metode tersebut dapat digabungkan dengan memperhatikan catatan berikut12.

  1. Dapat digunakan bermsa untuk meneliti pada obyek yang sama, tetapi tujuan yang berbeda;
  2. Digunakan secara bergantian;
  3. Metode penelitian tidak dapat digabungkan karena paradigmanya berbeda;
  4. Dapat menggunakan metode tersebut secara bersamaan, asal kedua metode tersebut telah dipahami dengan jelas.

 

  1. Kompetensi Peneliti Kuantitatif dan Kualitatif

Kompetensi peneliti kuantitatif aadalah sebagai berikut12. 1) Memiliki wawasan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan; 2) mempau melakukan analisis masalah secara akurat; 3) Mampu menggunakan teori pedidikan; 4) memahami berbagai jenis metode penelitian; 5) memahami teknik-teknik sampling; 6) mampu menyusun instrument dengan baik; 7) mampu mengumpulan data dengan berbgai instrument; 8) mampu mengorganisasikan peneliti dengan baik jika dilakukan secara tim; 9) mampu menyajikan dan menganalisis data; 10) mampu memberikaan interpretasi terhdap data; 11) mampu membuat laporan secara sistematis; 12) mampu membuat abstraksi; dan 13) mampu mengkomunikasikan hasil penelitian.

Kompetensi penelitian kaulitatif yang diperlukan adalah sebagai berikut12. 1) memiliki wawsan yang luas dan mendalam tentang bidang pendidikan yang akan diteliti; 2) mampu membangun hubungan yang akrab denga setiap orang; 3) memiliki kepekaan dalam melihat gejala; 4) mampu menggali sumber data; 5) mampu menganalisis data kualitatif; 6) mampu menguji kredibilitas, dependabilitas, komfirmabilitas, dan teranfrabilitas; 7) mampu menghasilkan temuan pengetahuan; 8) mampua membuat laporan; 11) mampu membuat laporan secara sistematis; 12) mampu membuat abstraksi; dan 13) mampu mengkomunikasikan hasil penelitian.

  1. Ruang Lingkup Penelitian Pendidikan

Menurut Prof. Sugyono dalam bukunya, ruang lingkup penelitian pendidikan meliputi meliputi penelitian pada tingkat kebijakan, managerial, dan institusional12.

  1. Penelitian pada Tingkat Kebijakan meliputi: 1) Perumusan kebijakan yang dilakukan oleh presiden, MPR, dan DPR; 2) Kebijakan yang dilakukan oleh kementerian yang terkait pendidikan; 3) Kebijakan yang diambik oleh Dirjen, Pemda, dan Dinas Pendidikan; 4) Implementasi suatu kebijakan pendidikan; dan 5) Output dan outcome kebijakan pendidikan.
  2. Penelitian pada lingkup manajerial meliputi bidang berikut. 1) Perencanaan pendidikan pada tingkat nasional, daerah (propinsi/kabupaten/kota), dan lembaga pendidikan; 2) Organisasi Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan Daerah, dan Institusi Pendidikan; 3) Kepemimpinan pendidikan; 4) Ekonomi pendidikan; 5) Sarana dan prasarana pendidikan; 6) Hubungan kerja sama antar lembaga pendidikan; 7) Koordinasi pendidikan dari pusat ke daerah; 8) SDM tendik; 9) Evaluasi pendidikan; dan 10) Kearsipan perpustakaan, dan museum pendidikan.
  3. Penelitian pada lingkup institusional meliputi bidang berikut. 1) Aspirasi masyarakat di dlam pemilihan pendidikan; 2) Pemasaran lembaga pendidikan; 3) kebutuhan masyarakat terhadap lulusan pendidikan; 4) Sistem seleksi penerimahan siswa baru; 5) Profil pekerjaan dan tenaga kerja dunia usaha dan industri; 6) kurikulum; 7) Pembiayaan pendidikan; 8) teknologi pendidikan dan pembelajaran; 9) Perkembangan karir lulusan; 10) media pendidikan dan pembelajaran; 11) Unit produksi; 12) keterampilan dasar mengajar guru; 13) Manajemen kelas; 14) Sistem evaluasi pembelajaran; 15) Manajemen kelas; 14) Sistem ujian akhir; dan 15) Kuantitas dan kualitas lulusan.

Dalam penelitian pendidikan, metode penelitian yang dapat digunakan adalah metode penelitian survey, eksperimen, dan R&D.